Rabu, 14 Maret 2012, kru Metro TV Indonesia mendatangi Sekolah Heathmont College di Australia untuk berwawancara dengan guru peserta Bridge, baik guru Australia maupun Indonesia. Pertanyaan berkisar tentang pelaksanaan program Bridge, manfaatnya, dan tindak lanjutnya. Prema Devathas, guru Bahasa Indonesia di Heathmont College menjawab salah satu pertanyaan bahwa program bridge sangat baik dilaksanakan karena memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan bahasa di kedua sekolah. Para siswa dapat berbicara secara langsung dengan siswa SMP N 1 Karangmojo sehingga mereka dapat mengukur kemampuan bahasa Indonesianya. Di sisi lain, para siswa SMP N 1 Karangmojo dapat mengukur keterampilan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris. Karjiyadi, guru Bahasa Indonesia SMP N 1 Karangmojo menambahkan melalui kerja sama ini kedua belah pihak dapat menghilangkan asumsi tentang stereotype yang salah mengenai kedua negara sehingga keduanya dapat lebih saling memahami. Selain itu, melalui program ini kedua sekolah dapat saling bertukar pengalaman maupun pengetahuan tentang budaya, lingkungan, dan lain sebagainya. Dari segi teknologi dijelaskan oleh Iwan Muharji, guru dari SMP N 1 Karangmojo bahwa melalui program ini, SMP N 1 Karangmojo dapat memanfaatkan teknologi misalnya menggunakan skype untuk berbicara secara langsung dengan siswa Heathmont College. Selain itu, siswa dapat mengadopsi berbagai teknologi yang digunakan oleh siswa untuk menunjang proses pembelajaran di Indonesia, khususnya SMP N 1 Karangmojo, misalnya Edmodo, travelbugs, voki, dan lain sebagainya. Salah seorang siswa Heathmont College, Demon Green berpendapat bahwa belajar Bahasa Indonesia sulit tetapi sangat menyenangkan . Menurutnya, kesulitan terletak pada mengingat kata dan mengucapkannya dalam bentuk ungkapan berbicara. Namun demikian, para peserta berharap program Bridge tetap dilaksanakan untuk meningkatkan kemajuan pendidikan di kedua negara. Semakin banyak peserta yang terlibat akan semakin luas akses untuk peningkatan pendidikan. (Adj)
Rabu, 14 Maret 2012, kru Metro TV Indonesia mendatangi Sekolah Heathmont College di Australia untuk berwawancara dengan guru peserta Bridge, baik guru Australia maupun Indonesia. Pertanyaan berkisar tentang pelaksanaan program Bridge, manfaatnya, dan tindak lanjutnya.
Prema Devathas, guru Bahasa Indonesia di Heathmont College menjawab salah satu pertanyaan bahwa program bridge sangat baik dilaksanakan karena memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan bahasa di kedua sekolah. Para siswa dapat berbicara secara langsung dengan siswa SMP N 1 Karangmojo sehingga mereka dapat mengukur kemampuan bahasa Indonesianya. Di sisi lain, para siswa SMP N 1 Karangmojo dapat mengukur keterampilan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris.
Karjiyadi, guru Bahasa Indonesia SMP N 1 Karangmojo menambahkan melalui kerja sama ini kedua belah pihak dapat menghilangkan asumsi tentang stereotype yang salah mengenai kedua negara sehingga keduanya dapat lebih saling memahami. Selain itu, melalui program ini kedua sekolah dapat saling bertukar pengalaman maupun pengetahuan tentang budaya, lingkungan, dan lain sebagainya.
Dari segi teknologi dijelaskan oleh Iwan Muharji, guru dari SMP N 1 Karangmojo bahwa melalui program ini, SMP N 1 Karangmojo dapat memanfaatkan teknologi misalnya menggunakan skype untuk berbicara secara langsung dengan siswa Heathmont College. Selain itu, siswa dapat mengadopsi berbagai teknologi yang digunakan oleh siswa untuk menunjang proses pembelajaran di Indonesia, khususnya SMP N 1 Karangmojo, misalnya Edmodo, travelbugs, voki, dan lain sebagainya.
Salah seorang siswa Heathmont College, Demon Green berpendapat bahwa belajar Bahasa Indonesia sulit tetapi sangat menyenangkan . Menurutnya, kesulitan terletak pada mengingat kata dan mengucapkannya dalam bentuk ungkapan berbicara. Namun demikian, para peserta berharap program Bridge tetap dilaksanakan untuk meningkatkan kemajuan pendidikan di kedua negara. Semakin banyak peserta yang terlibat akan semakin luas akses untuk peningkatan pendidikan. (Adj)